Saturday, 3 January 2015

CHEF + curhat edisi 3/365

I’ve been a couch potato since last week. Liburan lama dan aku berubah jadi kentang. Kerjaannya cuman leyeh-leyeh di sofa dan nonton lusinan film. There’s yin and there’s yang. Positifnya dari kebanyakan nonton film ini rasanya Nadi jadi actor, sutradara sekaligus korban film. Tadi baru nonton Chef di Fox Movies. Sebenernya ga ada ekspektasi apa-apa nonton ini, malah awalnya ga tertarik karena judulnya takut malah ngiler. Tapi karena di Ciater susah sinyal and there’s nothing to do yaudah deh nonton juga. (u have no idea how much I watch csi on fox crime). This movie tell you about passion, about ‘do what u love and love what u do”, dan yang paling ngena dan bikin Nadi jadi korban adalah daddy issuenya. Gimana si ayah (chef) sibuk banget, ga ada waktu buat anak, ngeharkosin mulu dan akhirnya u know happy ending. Not crappy happy ending, thank god. Film ini terasa nyata dan happy endingnya ga bikin enek atau terlalu muluk-muluk. It makes you laugh, it makes u remember how it feels to be ten yrs old and ‘ngekorin’ your dad. It digs ur deep memory about how close u r to ur dad when u were little. It makes u cry, in a good way. Bagi yang berlangganan tv kabel, u better watch CHEF.


Beberapa hari lalu juga nonton Click, Adam Sandler’s best movie kesekian kalinya. Dan nangis yang kesekian kalinya juga. ITS SO GOOD.

Minggu lalu juga nonton Night At Museum 3 di blitz. Ben Stiller never fails, rite? Sukses banget acting jadi Laa si manusia purba.



Do u know why I love watching movies so damn much? Not bcause I’m a couch potato (that’s 50% true). The truth is, movies always teach u something. Sometimes they just know how u really feel.

No comments:

Post a Comment