Friday, 26 December 2014

Pendekar Tongkat Emas (The Golden Cane Warrior)

Tertarik nonton film ini karena tau produsernya Mira Lesmana. Ga mungkin jelek sih. Liat cast juga oke. Plus ceritanya ga pasaran. Dalem hati cuman berdoa "plis jangan kaya pelem-pelem di *piiiiip* yang ala elang itu" u know what i mean. Pas nonton, dibuka sama monolog gitu. Bagus sih. Ada quotes yang nempel yaitu "apalah arti sebuah ilmu jika tidak diabdikan untuk kemanusiaan" *kalo gasalah gitulah*. Dari ceritanya oke, masuk akal, alurnya juga bagus. Cast nya udah keliatan lah yaa.. yang kurang gereget itu backsoundnya. Kaya pas berantem, atau pas lagi lari, lagi tegang. kurang nendang gituloh. Yang paling bagus dan favorit adalah latar tempatnya yaitu SUMBA. Ya Tuhan itu cantik banget. Perpaduan kecantikan Indonesia dan director pinter ngambil sudut. Ngiler banget deh liat Sumba. Film ini juga ngajarin banyak hal. Jadi layak deh ditonton di bioskop pilihan kamuuu ;;)

Tuesday, 23 December 2014

curahan hati dan otak part 1

Apakah kalian termasuk orang yang percaya bahwa kalian lahir ke bumi ini dengan misi dan tujuan tertentu? Saya percaya, juga lagi bertanya-tanya apa misi saya itu. Apakah jadi manusia yang membanggakan orang tua? Apakah jadi ahli ekonomi yang membantu negara? Apakah jadi ibu dari anak-anak yang luar biasa? atau jadi seorang istri calon penghuni surga? Betapa mulia dan betapa saya ingin mencapai semua itu. Sesungguhnya sudah lama saya meyakini tentang "misi" ini, baru sempet aja berbagi lewat blog. Rindu tangan saya mengetik diatas laptop yang udah bunyi2 berisik ini. Kesal juga rasanya hidup di jaman dunia maya. Di mana ngobrol virtual, makan foto dulu, jalan jalan check in dulu. *saya melakukan semuanya* kadang kita sendiri kehilangan esensi dari moment tersebut. Kok jadi ngelantur ya ngobrolnya? Ya gapapalah kan judulnya aja udah curahan. Yang saya rasa dan saya pikir pasti saya tulis langsung sekarang. Kembali ke "misi hidup". Bagi saya tidak ada yang lebih hampa dari rasa jauh dari Tuhan. Sebenarnya bukan dia yang menjauh, tapi saya sendiri. Ketika 24 jam dalam satu hari tidak terasa cukup dan saya sudah dibutakan oleh kehidupan duniawi. Entah itu dengan sibuk belajar di bimbel, entah itu dihabiskan dengan makan enak di cafe (yang cuman kerasa selama dua jam rasa enaknya) atau paling parah males-malesan. Saya iri sama orang-orang religius yang begitu sayang sama Tuhan sampai dia takut bikin dosa sekecil apapun, sampai dia bisa menangis setiap setelah solat. Bukan saya ga religius, tapi rasanya belum maksimal aja. *ya maksimalkan, ya lagi usaha* Rasa bahagia paling sejati bagi saya adalah ketika semuanya terasa baik-baik saja dan saya tahu (dan yakin) Tuhan memberikan yang terbaik bagi saya. Tanpa harus jalan-jalan, makan enak, shopping dan embel2 kehidupan duniawi. Kebahagiaan yang saya rasakan sendiri, rasanya seperti hati saya disentuh Tuhan dan dia berkata "Kamu akan baik-baik saja dan misimu akan tercapai". Terharu sendiri nulisnya hahaha doakan saya selalu dekat dengan Tuhan dan misi saya tercapai ya. Saya gamau jadi manusia yang sia-sia, yang cuman menuhin dunia dan ga melakukan tugasnya. Kebayang ga kalo semua manusia bekerja sesuai fungsinya, si A diciptakan Tuhan sebagai seorang Ibu untuk menjadi ibu dari anak luar biasa. Lalu ia berhasil mendidik anak tersebut. Lalu anak2 itu tumbuh menjadi manusia yang berguna bagi sesama dan melakukan tugasnya. Nyambung ke si B ke si C sampai Z. Ah lega sekali rasanya. Terima kasih Tuhan dan terima kasih blog. Terima kasih dunia maya karena menciptakan blog hahahaha. Semoga kalian bisa mencapai misi kalian dan selalu dalam limpahan kasih sayang Tuhan. Aamiin.